Manajemen info dan pengetahuan
|
e-government
|
Penilaian risiko
|
SPIP
|
Evaluasi kepatuhan
|
penataan peraturan
|
Prosedur
|
SOP
|
Interaksi proses
|
bisnis proses
|
Pengendalian modifikasi / perubahan
|
manajemen perubahan
|
Pengendalian perubahan organisasi
|
Penataan organisasi
|
Kompetensi dan pelatihan
|
manajemen SDM aparatur
|
Uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang
|
pola karir, pola jabatan, formasi
|
Penilaian independen
|
PMPRB
|
Penilaian diri
|
monitoring dan evaluasi
|
Pemantauan dan pengukuran proses
|
monitoring dan evaluasi
|
Pengendalian produk yang tidak sesuai
|
Penguatan pengawasan
|
Sabtu, 07 September 2013
Reinventing the Wheel - Trik mudah dan ringan untuk Reformasi Birokrasi
Minggu, 28 Juli 2013
Master of Time
Kita ingin semuanya serba cepat, perbedaan 1 detik sangat berarti.
Seandainya 1 detik lebih cepat mengerti, orang bilang kita cerdas.
Seandainya 1 detik lebih cepat mengetahui, orang bilang kita peramal.
Seandainya 1 detik lebih cepat bertindak, orang bilang kita cekatan.
Seandainya 1 detik lebih cepat mengambil, orang bilang kita beruntung.
Menguasai waktu, walau hanya 1 detik lebih cepat, sangat besar pengaruhnya. How to be a master of time, bagaimana kita bisa menguasai waktu? L.B. Archer mengatakan, “we may swim across a river of time, through the power of memory and imagination.” Kita dapat mengarungi lautan waktu, hanya dengan kekuatan kenangan dan khayalan.
Kata kuncinya adalah kekuatan kenangan dan kekuatan khayalan. Dengan mengingat berbagai pengalaman yang telah kita lalui, kita dapat bertindak lebih cepat. Hanya dengan memprediksi masa depan, kita dapat memilih dengan tepat. Lebih tepatnya, mengolah dan mengevaluasi berbagai pengalaman akan membantu kita memprediksi apapun yang akan terjadi.
Tidak ada orang yang lebih cerdas daripada master of time.
Tidak ada orang yang lebih beruntung daripada master of time.
Tidak ada orang “pintar meramal” daripada master of time.
Maka, marilah jadi master of time dengan menguasai kekuatan memori dan imajinasi!
Selasa, 30 April 2013
Sukses Diklat SOP di PKTN, Berkat Komitmen Pimpinan dan Keterlibatan Para Pegawai
Reformasi Birokrasi telah digulirkan. Seluruh jajaran, dari Kepala BATAN sampai staf dan pihak outsourcing telah berkomitmen untuk melakukan perubahan. Salah satu perubahan yang sedang berjalan adalah penyusunan peta bisnis dan tata laksana diikuti dengan pembuatan SOP.
Untuk mendukung penyusunan SOP dan mensukseskan reformasi birokrasi, PSJMN menyelenggarakan pelatihan untuk menyusun Standard Operating Procedures (SOP) di Pusat Kemitraan Teknologi Nuklir. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2013 bertempat di lantai 3 PKTN.
Komitmen para pejabat di BATAN untuk melaksanakan proses Reformasi Birokrasi nampak dengan hadirnya Kepala PKTN dan Kepala PSJMN sekaligus dalam pembukaan pelatihan ini. Dalam pembukaannya, Bapak Ferly meminta para peserta dapat menentukan berapa jumlah SOP yang optimal di PKTN. Sedangkan Bapak Djatmiko menyatakan bahwa tercapainya penyusunan SOP berpengaruh pada pembayaran tunjangan kinerja.
Para pegawai dari seluruh bidang yang ada di PKTN sangat antusias mengikuti teori maupun praktek penyusunan SOP ini, yang dibimbing oleh para pegawai dari PSJMN. Pelatihan yang dipelopori oleh Unit Jaminan Mutu PKTN ini berjalan dengan sukses, dan menghasilkan beberapa draft SOP yang tentu saja akan segera disahkan dan diterapkan.
Minggu, 03 Maret 2013
Pertanyaan terbuka untuk wawancara budaya keamanan
Contoh pertanyaan untuk wawancara budaya keamanan
1Sistem Manajemen
Peran dan tanggung jawab
Dokumen?
Semua terlibat?
Orang baru?
Pengukuran kinerja
Kinerja rendah?
Target / ambang?
Tidak tercapai / melebihi?
Jaminan mutu
Prosedur?
Terintegrasi?
Penilaian diri
Rencana?
Status?
Analisis?
Celah?
Tindak lanjut?
2Kepemimpinan
Penggunaan wewenang
Wewenang sesuai?
Adil?
sehari-hari?
Komunikasi
Vertikal?
Horisontal?
Eksternal / internal
Motivasi
Cara?
Reward / punishment?
3Perilaku Personil
Profesionalisme
Tahu prosedur?
Bangga?
Interaksi?
Akuntabilitas
Komitmen ada?
Saling tegur?
Ikut pemecahan masalah?
Peran anda?
Ketaatan
Prosedur perlu?
Sesuai prosedur?
Sanksi?
Pertanyaan Umum untuk Wawancara Budaya Keamanan
1. Apa yang anda rasakan mengenai keamanan di tempat kerja anda?
atau:
1. Bagaimana kondisi keamanan di ruang / unit kerja / kantor?
Kemudian, untuk mendalami tanyakan hal berikut:
2. Unsur apa yang mendukung kondisi tersebut?
atau:
2. Apa penyebab kondisi keamanan tersebut (dari segi pejabat, pegawai, peralatan, sistem, dan lingkungan)?
Dari sini, pertanyaan bisa dikembangkan tergantung jawaban masing-masing.
Pertanyaan lain yang bisa diajukan misalnya:
3a. Apa pendapat anda tentang personil (sesama karyawan, outsourcing, pengamanan dalam, kabid, kapus) terkait pengamanan?
3b. Apa pendapat anda tentang perlengkapan / peralatan (cctv, kunci ruangan, badge) pengamanan?
3c. Apa pendapat anda tentang sistem pengamanan (patroli, piket, jaga gerbang, penanganan ancaman / kejadian) yang telah ada?
Pertanyaan terakhir yang biasa saya sampaikan adalah:
4. Masalah pengamanan apa yang menjadi ganjalan / uneg-uneg anda?
atau:
4. Bagaimana agar keamanan lebih meningkat?
Cukup banyak yang bisa digali dari jawaban responden.
Jumat, 22 Februari 2013
Cara wawancara budaya keamanan
Contoh pertanyaan untuk wawancara budaya keamanan
1Sistem Manajemen
Peran dan tanggung jawab
Dokumen?
Semua terlibat?
Orang baru?
Pengukuran kinerja
Kinerja rendah?
Target / ambang?
Tidak tercapai / melebihi?
Jaminan mutu
Prosedur?
Terintegrasi?
Penilaian diri
Rencana?
Status?
Analisis?
Celah?
Tindak lanjut?
2Kepemimpinan
Penggunaan wewenang
Wewenang sesuai?
Adil?
sehari-hari?
Komunikasi
Vertikal?
Horisontal?
Eksternal / internal
Motivasi
Cara?
Reward / punishment?
3Perilaku Personil
Profesionalisme
Tahu prosedur?
Bangga?
Interaksi?
Akuntabilitas
Komitmen ada?
Saling tegur?
Ikut pemecahan masalah?
Peran anda?
Ketaatan
Prosedur perlu?
Sesuai prosedur?
Sanksi?
Sabtu, 24 November 2012
Integrasi Area Perubahan ke dalam Tusi
Jumat, 16 November 2012
Mengelola perubahan proses
Bagaimana mengelola perubahan proses bisnis organisasi?
Pertama, tetapkan format yang seragam, sehingga diperoleh 'bahasa' yang sama di antara bidang kegiatan. Dengan demikian akan mengurangi perdebatan tentang istilah, tata letak maupun kerangka isinya.
Tips:
Menurut pengalaman, perdebatan tentang istilah atau kata atau definisi menyita sebagian besar waktu rapat, jadi sebisa mungkin dihindari lebih dini.
Kedua, libatkan sebanyak mungkin individu, dari tingkatan tertinggi sampai terendah. Pelibatan ini perlu dikendalikan, dengan menetapkan porsi atau posisi masing-masing.
Dalam perumusan proses, minimal ada tiga pihak, yaitu penyusun, pemeriksa dan pengesah. Namun bukan berarti hanya tiga orang, individu yang terlibat bisa lebih banyak. Misalnya penyusun; terdiri dari pelaku proses, pemberi input proses atau penerima output proses, pemeriksa; atasan pelaku proses, jaminan mutu, petugas keselamatan atau petugas administrasi, sedangkan pengesah; pimpinan tertinggi dari kegiatan tersebut.
Tips:
Dengan alasan menyederhanakan birokrasi penyusunan proses, organisasi bisa mengurangi tahapnya dalam bentuk rapat pembahasan bersama, sehingga diakhir rapat bisa langsung disahkan. Ini sering disebut dengan verifikasi proses.
Ketiga, langsung terapkan proses tanpa bertele-tele atau menunggu sempurna prosesnya. Penyempurnaan justru datang dari penerapan, karena segera tahu kendalanya. Ini disebut validasi.
Tips:
Perlukah uji coba proses, bagaimana caranya?
Untuk proses yang sederhana dan berisiko rendah, bisa langsung dijalankan. Tetapi untuk proses yang berisiko tinggi, perlu diuji coba secara sistematis. Cara yang paling mudah adalah penerapan secara terbatas, pada lingkup yang sempit atau melibatkan sesedikit mungkin pelaku kegiatan.
Keempat, manfaat atau pengaruh perubahan perlu diukur, termasuk efek negatif atau resistensinya. Lebih jelasnya tunggu pada artikel berikutnya.