Sabtu, 27 Oktober 2012

Membuat flow chart di Open Office Writer

Pernahkah anda mencoba menggambar flow chart / diagram alir di Open Office Writer?

Apa yang terjadi? Textbox dan shape lain serta garis penghubung selalu 'loncat'! Garis bengkok susah dibuat!

Itu semua tidak terjadi di MS Word, karena ada fungsi 'connector' dan 'drawing canvas'.

Di OO Writer, fungsi connector tidak ada, tetapi di OO Draw atau OO Impress ada, aneh khan?

Saya mencari fungsi yang setara dengan drawing canvas di Word. Ternyata bisa. Pembuatan secara manual sebagai berikut:

1. Gunakan Insert | frame ... | tab Type, pilih Anchor to page | tab Wrap | pilih Settings through

2. Lanjutkan dengan tab Background | pilih background color (apa saja) | setel transparansi 100%

3. Lalu klik OK. Muncul kotak

Klik kanan pada frame tersebut, klik pada Anchor | to page. Hal ini agar frame tersebut tidak bergeser bila ada penambahan paragraf atau baris.

4. Tinggal atur ukuran dan posisi frame sesuai lebar canvas yang diperlukan. Drawing canvas versi OO Writer siap digunakan.

5. Agar bisa dipakai ulang, simpanlah dokumen ini sebagai template.

Sekian.

Bagaimana dengan connector yang bisa bengkok sendiri dan tetap nempel di shape lain?

Triknya adalah dengan co-pas dari connector di Draw atau Impress. Caranya adalah:

1. Buka OO Draw, klik tools | gallery . Maka muncul gallery bar di bagian atas dokumen.

2. Klik tab new Theme... . Muncul properties of theme. Tulis 'Garis'. Maka di bawah tab New Theme muncul item dengan judul Garis. Klik item tersebut, maka ruang kosong akan terbuka di sebelah kanannya dan siap diisi.

3. Klik connector pada toolbar Drawing. Ini bisa juga dengan membuka OO Impress, lalu klik connector pada toolbar Drawing.

4. Buatlah garis connector lurus atau bengkok sama saja, panjang atau pendek sama saja.

5. Left click sekali pada garis tersebut, tunggu beberapa detik. Lalu left click dan tahan.

6. Sambil menahan tombol, tarik connector tadi ke gallery G aris pada ruang kosong di sebelah kanan, lalu lepaskan tombol mouse.

7. Connector ala OO Draw / Impress sudah tercopy ke gallery, siap digunakan dari OO Writer.

8. Sekarang, coba buka OO Writer, lalu klik tools | gallery | klik item Garis, connector sudah muncul.

Tips menggambar connector di frame.

  1. Siapkan frame seperti cara diatas (anda juga bisa co-pas dari template yang sudah ada)

  2. Buka gallery dengan tools | gallery. Pilih item Garis, sehingga muncul connector yang telah kita simpan.

  3. Klik connector tersebut dan tarik ke dalam frame, sesuaikan posisi dan ukurannya.

  4. Klik kanan pada connector, pilih Anchor | to frame. Hal ini agar connector tidak 'loncat'.



Kamis, 23 Februari 2012

Berebut Podium Reformasi Birokrasi

Sepanjang tahun 2011, sekumpulan pegawai B**** sebagai Tim penyiap Usulan Reformasi Birokrasi dan penyiap Roadmap RB telah bekerja keras merumuskan 2 dokumen. Yang dilakukan pertama kali oleh Tim adalah mempelajari peraturan MenPAN-RB (sekitar 10-an). BTW, ini juga yang harus dilakukan para karyawan B**** bila ingin memahami dinamika RB di tanah air. Pelajari dulu pedomannya, baru komentar...
Selanjutnya, Tim membandingkan kondisi aktual dengan peraturan-peraturan tersebut, dan diperolehlah kesenjangan kinerja B**** dengan yang diinginkan MenPAN-RB. Memangnya, kinerja B**** masih rendah sehingga timbul kesenjangan itu?? Demikian pertanyaan yang mungkin muncul.
Pertanyaan yang pasti muncul kemudian adalah, APA yang harus kami lakukan untuk mendukung Reformasi Birokrasi ini? Kembali ke pertanyaan semula, apabila rekan-rekan mempelajari pedoman Reformasi Birokrasi, bahkan Perpres-nya, maka jawabannya sudah jelas. Kesenjangan itu ada pada diri kita sendiri, dan kita wajib memperbaiki diri sendiri.
Memulai tahun 2012 ini, dibentuk kembali tim pelaksana RB 2012, tentu saja dengan pergantian personil seperlunya. Disinilah mulai timbul masalah. Bukan berarti personil tidak boleh diganti, tetapi personil baru HARUS mengikuti proses Tim 2011. Mereka, 1) harus mempelajari pedoman RB MenPAN-RB sampai ke intinya, 2) harus memahami PROSES sehingga muncul kesimpulan mengenai kesenjangan yang harus diatasi, 3) harus mampu menyimpulkan sendiri tentang kekurangan yang harus dibenahi, 4) baru komentar....
Banyak personil baru yang "numpang nampang", atau berebut tampil di podium untuk menerima penghargaan saat Reformasi Birokrasi berhasil. Bagi sebagian yang cerdas, maka memahami Pedoman MenPAN dan mencernanya, serta menyimpulkannya dengan tindakan sebagai anggota Tim, tidaklah sulit. Namun, ada beberapa yang diindikasikan sekedar berebut podium, kemudian dielu-elukan sebagai pahlawan Reformasi Birokrasi di B****.
Mereka ini bersuara kuat, dan menonjolkan pengetahuannya tentang Usulan RB di B****, maupun Roadmap RB di B****. Di sini juga akan muncul masalah, manakala pengetahuannya tentang pedoman RB MenPAN tidak banyak. Ooo... kamu ketauan...

Hasil optimalisasi membuahkan Reward di BATAN

bagi rekan-rekan yang telah bekerja keras di tahun 2011, saya ucapkan selamat. Banyak hasil kerja bapak-ibu menjadi manfaat atau menghasilkan untung bagi orang lain. Itulah bakti rekan-rekan terhadap negara. Tidak dipungkiri bahwa kita mengharapkan reward setelah dipuji seperti ini.
Di awal tahun 2012 ini, Kementerian Keuangan telah menghitung hasil optimalisasi dari seluruh kegiatan diunit kerja di BATAN. Optimalisasi inilah output dari kerja keras rekan-rekan semua di BATAN. Kata lain dari optimalisasi adalah sisa belanja, dan bisa dimanfaatkan untuk belanja yang lain. Demikian juga dengan Optimalisasi di BATAN. Tahun 2012 ini, ada sisa belanja cukup lumayan yang dapat dianggap sebagai "reward". Boleh digunakan untuk belanja apapun.
Tanpa melihat besarnya, saya membayangkan untuk beli sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang, seperti peningkatan fasilitas umum. Misalnya, memperindah penampilan gedung kantor, atau menambah fasilitas komunikasi maupun transportasi internal. Intinya, semua orang bisa menikmati dan tentu saja memberi nilai tambah bagi citra dan output BATAN. Masih abstrak, ya?
Jelasnya, tambah langganan internet atau bandwidth. Selain itu, tambah mobil jemputan karyawan untuk jurusan-jurusan tertentu. Yang lebih sederhana adalah penyediaan air galon gratis di seluruh gedung. Enak, khan?

Kamis, 25 November 2010

Pemberian BATAN Quality Award 2010

Berikut adalah cuplikan dari website BATAN.

Setiap tahun BATAN dalam hal ini Pusat Standardisasi dan Jaminan Mutu Nuklir (PSJMN) secara proaktif telah melakukan kegiatan Pemantauan Sistem Manajemen Mutu Terpadu (SMMT) ke seluruh unit kerja di lingkungan BATAN. Hal ini dilakukan untuk menilai kinerja dan berupaya untuk melakukan peningkatan secara berkelanjutan penerapan SMMT BATAN.
Unit kerja dinilai berdasarkan kriteria penilaian kinerja yang terdiri dari 6 (enam) kriteria penilaian, yaitu: 1. Kepemimpinan; 2. Perencanaan Strategis; 3. Fokus Pelanggan; 4. Pengukuran  Analisis dan Manajemen Pengetahuan; 5. Fokus Sumber Daya Manusia; 6. Manajemen Proses; yang diadopsi dari Malcom Baldrige National Quality Award (MBNQA). Selain itu kegiatan pemantauan ini juga dilakukan dengan metode penilaian diri (self assesment) dimana masing-masing unit kerja diminta untuk mengisi sendiri formulir penilaian diri, sehingga hasil pemantauan adalah merupakan kombinasi kegiatan pemantauan yang dilakukan PSJMN serta hasil isian oleh masing-masing unit kerja.
Mulai pada tahun 2010 ini, dalam rangka meningkatkan kepedulian dan motivasi dalam menerapkan SMMT di seluruh unit kerja, BATAN membuat kebijakan untuk menyelenggarakan suatu kompetisi penerapan SMMT. Kompetisi ini bernama BATAN Quality Award(BQA). BQA diselenggarakan oleh Komisi Standardisasi BATAN (KSB) bekerja sama dengan Tim Pemantauan PSJMN. Hasil pemantauan PSJMN akan dinilai dan diperingkat untuk menentukan unit kerja yang secara umum dinilai paling berhasil dalam menerapkan SMMT. Selain penghargaan umum tersebut, akan dipilih juga pemenang untuk masing-masing kriteria (enam kriteria) dan pemenang untuk unit kerja yang dinilai paling baik dalam melakukan penilaian diri serta unit kerja yang berhasil melakukan peningkatan kinerja tertinggi. Penilaian akan dilakukan oleh sebuah tim independen dibawah koordinasi KSB. Pada saat ini, tim sedang bekerja untuk menilai dan menentukan pemenang untuk masing-masing kategori/kriteria.

Penyerahan penghargaan sendiri sedianya akan dilakukan pada awal bulan Desember bertepatan dengan perayaan hari Ulang Tahun BATAN ke-52. Diharapkan dengan kompetisi semacam ini akan meningkatkan kepedulian dan motivasi seluruh unit kerja BATAN dalam menerapkan SMMT, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan mutu BATAN dalam melaksanakan tugasnya sebagai lembaga litbangyasa nuklir.

Selasa, 02 November 2010

Antara SOP dan Prosedur Generik

Penyusunan SOP (standard operating procedure) untuk reformasi birokrasi dilakukan oleh setiap karyawan yang terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut. Ini merupakan agenda dari Kelompok Kerja Penataan Tatalaksana Tim Reformasi Birokrasi BATAN.

Kenyataannya, BATAN telah beberapa lama memberlakukan penyusunan prosedur yang mengacu pada standar IAEA, sehingga tidak ada kesulitan bagi para karyawan. Masalahnya, format dari MenPAN berbeda dengan format yang selama ini berlaku. Masalah lainnya adalah, masing-masing unit kerja menyusun prosedurnya sendiri, sehingga banyak yang mirip dengan unit kerja lain.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, yang akan dilakukan Pokja Tatalaksana adalah sebagai berikut: menggabungkan prosedur-prosedur yang serupa menjadi suatu prosedur generik, yang akan disebut dengan Prosedur BATAN; dan mengubah / menyesuaikan format prosedur yang sudah ada menjadi format MenPAN, yaitu berupa SOP.

Sehingga dalam proposalnya, Pokja Tatalaksana merencanakan dalam 3 tahun ke depan hal-hal sebagai berikut:

1. Identifikasi dan inventarisasi proses kerja di setiap unit kerja

2. Penyusunan kebutuhan SOP

3. Pelatihan penyusunan SOP

4. Penyusunan SOP

5. Pengembangan aplikasi / perangkat lunak perkantoran


 

Detilnya adalah sebagai berikut.

a. Setiap unit kerja diminta menyusun daftar prosedur yang dimilikinya, dan menyiapkan salinan prosedur bila diperlukan.

b. Daftar prosedur yang ada di seluruh unit kerja disusun dan dianalisis kemiripannya. Apabila ada yang mirip, unit kerja diharuskan menghapus prosedur tersebut setelah Prosedur generik diedarkan. Ada kemungkinan unit kerja belum memiliki SOP yang seharusnya dibuat, sehingga perlu menyusunnya.

c. SOP yang harus dibuat dalam bentuk SOP / Prosedur generik akan dibuat daftarnya dan diajukan ke Kepala BATAN. Ada kemungkinan SOP tersebut telah tersedia di BATAN, maka hanya akan dilakukan penyesuaian format SOP.

d. Format SOP dari MenPAN berbentuk SOP administratif dan SOP teknis, sementara di BATAN, dikenal prosedur kerja dan instruksi kerja. Ini memerlukan pengenalan dan pemahaman, untuk selanjutnya diterapkan. Oleh karena itu perlu pelatihan untuk menyusun prosedur sesuai format SOP MenPAN terhadap perwakilan setiap unit kerja. Bila memungkinkan, seluruh personil inti yang terlibat akan diberikan pelatihan.

e. Penyusunan SOP dilakukan serentak di seluruh unit kerja dengan dipantau oleh Pokja Tatalaksana. Bila perlu akan dibentuk Tim SOP tersendiri.

Rabu, 20 Oktober 2010

Evaluasi lingkungan tapak untuk properti komersial

MASTAN bekerjasama dengan BSN dan ASTM menyelenggarakan pelatihan dengan judul "Technical and professional training on environment assessment". Pelatihan ini membahas materi utama yaitu standar ASTM no. E1527-05 "Standard Practice for Environmental Site Assessments: Phase I Environmental Site Assessment Process" dan E1903-97 "Standard Guide for Environmental Site Assessments: Phase I Environmental Site Assessment Process". Pelatihan ini diberikan oleh instruktur dari Expert ASTM, Nicholas Albergo (nalbergo@hsa-env.com) dari tanggal 12 s/d 14 Oktober 2010. Peserta yang hadir sangat beragam, dari instansi pemerintah (KLH, BATAN, PU, LIPI), Universitas, dan perusahaan swasta (pertambangan, konsultan, produsen, dll) sebanyak 40 orang.

Garis besar dari standar evaluasi lingkungan adalah sebagai berikut:

Evaluasi lingkungan tapak dibagi menjadi dua fase, yaitu fase I environmental site assessment berupa visual inspection dan document reviews, dan fase II merupakan proses sampling, uji dan pengukuran.

Standar ini diberlakukan terutama pada saat jual beli lahan atau bangunan komersial, dengan tujuan menilai resiko lingkungan pada masa lalu dan masa kini, sesuai dengan operasi atau pemanfaatan properti tersebut.

Evaluasi ini dilakukan oleh Environment Professionals (Ahli Lingkungan), namun tidak menerapkan sertifikasi. Prinsip penilaiannya adalah menentukan besarnya resiko lingkungan kemudian menentukan pihak mana yang harus menanggung resiko tersebut, termasuk oleh pemerintah. Oleh karena itu, dalam standar ini diatur juga mengenai sistem Dana Abadi, yang berasal dari pajak atas kegiatan industri yang beresiko lingkungan. Hal ini berbeda dengan sistem asuransi, karena tidak tergantung pada besar-kecilnya aset, atau besar kecilnya resiko.

Misalnya, suatu kegiatan industri melibatkan 3 perusahaan. Bisa jadi yang membayar adalah perusahaan yang beraset terbesar, meskipun penyebabnya adalah perusahaan yang lebih kecil ("kita tidak bisa memeras air dari sebongkah batu"). Bahkan bank penjamin – pun bisa dituntut untuk ikut bertanggung jawab.

Penilaian lingkungan dilakukan terhadap properti yang akan dijual, dilihat dari sisi kontaminasi, baik dari properti itu sendiri maupun dari properti dan lingkungan sekitarnya. Penilaian melibatkan data dari properti terkait, dari pihak asuransi, bahkan data dari pemerintah daerah (mis. IMB, RUTR, RUTK, dll).

Kontaminasi secara umum dibagi dua, yaitu bahan berbahaya (hazardous substances) dan bahan minyak (petroleum products). Untuk BATAN, kontaminasi bisa berasal dari zat radioaktif (radioactive materials).

Standar ini juga menyediakan format angket yang bisa digunakan oleh pemilik, pengguna, atau ahli lingkungan, dengan istilah "transaction screen questionnaire". Fase II membutuhkan jasa lab uji, sehingga perlu dipersiapkan semacam "menu" yang berisi daftar lab uji beserta metode uji, jenis material dan jangkauan ukurnya.

Workshop SMK3 dalam sistem manajemen terintegrasi

Wokrshop ini diselenggarakan di PTNBR Bandung pada tanggal 18 Oktober 2010 dengan melibatkan seluruh unit kerja di bawah Deputi PDT, yaitu PTNBR (sebagai penyelenggara), PTKMR, PTBIN dan PTAPB, ditambah dengan peserta dari PSJMN dan Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir-BAPETEN.

Dalam pembukaannya, Bpk Anhar selaku Deputi PDT menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen yang diambil saat lokakarya K3 di PTKMR pada bulan April yang lalu. Komitmen tersebut adalah bahwa pertemuan dalam rangka sharing pengalaman penerapan SMK3 dan status terkini terutama dibawah Deputi PDT perlu dilakukan secara terus-menerus.

Komitmen lainnya adalah bahwa Deputi PDT mengharuskan seluruh jajaran eselon II untuk mendapatkan sertifikasi SMK3 sampai dengan 2012 yang dituangkan dalam Renstra PDT. Beliau juga berpendapat bahwa berbagai sistem manajemen sah-sah saja untuk diintegrasikan, bahkan setidaknya harus ada dua sertifikasi yaitu SMM dan SMK3 pada seluruh eselon II.

Pada presentasi pertama, PTNBR menyajikan status pedoman mutu terintegrasi, yang telah menggabungkan 7 persyaratan standar. Ke tujuh persyaratan standar tersebut adalah SB 77-0001, SB 77-0003, SB 006 OHSAS 18001, SB 008 SNI 19-14001, 001/DT/SJM.4, SNI ISO 28000 dan Pedoman KNAPPP.

Pada presentasi selanjutnya, PTAPB memaparkan Pedoman Sistem Manajemen Mutu yang menggabungkan 5 standar. Ke lima standar tersebut adalah ISO 9001, GS-R-3, ISO 17025, SB 008 OHSAS 18001 dan Pedoman KNAPPP.

Untuk setiap presentasi, dilakukan tanya jawab dari para peserta ke penyaji. Terlihat dalam tanya jawab bahwa para peserta cukup memahami berbagai persyaratan yang dibicarakan, serta antusiasme mengenai perkembangan integrasi manajemen mutu.